Sabtu, 26 Februari 2011

Hamil di Luar Kandungan

Assalaualaikum semuanya apa kabar,?

Alhamdulillah saya baru sembuh, jum'at, 19-02-2011 kemaren malamnya saya di operasi,awalnya saya di bawa kebidan, lalu bidan menyuruh saya untuk pergi ke Dr.Giandra Rumah Bersalin lalu dokter menyatakan bahwa saya positif Hamil di luar kandungan itu diagnosa awal, dan malam itu juga saya langsung di bawa kerumah sakit AMC untuk segera di OPERASI Tapi setelah di Operasi ternyata bukan hamil di luar kandungan melainkan Ovariumnya Pecah dengan gejala yang sama seperti hamil di luar kandungan, katanya kalau tidak segera di operasi saya akan merasakan sakit yang luar bisa dan bisa menyebabkan saya pingsan, kalau sudah pingsan kan susah di operasinya.Operasipun berjalan dengan lancar sekitar jam 01:31 s/d 03:30 dan saya baru siuman jam 04:00.
Dan Alhamdulillah kata dokter Saya masih bisa hamil namun harus di tunda dulu beberapa bulan (di KB)  agar tidak terjadi lagi hal yang tidak di inginkan :-) .

Penjelasan: Kondisi hamil di luar kandungan atau hamil ektopik terjadi bila hasil pembuahan di saluran telur (tuba falopi) tidak berhasil mencapai rongga rahim, namun tertanam dan berkembang di luar rongga rahim. Kehamilan di luar kandungan dapat terjadi di saluran telur, daerah indung telur (ovarium), daerah leher rahim (serviks), dan lain-lain.

Kehamilan di luar kandungan terjadi akibat gangguan pada fungsi saluran telur dalam menyalurkan hasil pembuahan ke dalam rongga rahim. Bagian dalam dinding saluran telur yang normal dilapisi oleh selaput lendir berambut getar, yang berfungsi mendorong embrio ke dalam rongga rahim dengan cara melakukan gerak peristaltik, seperti yang terjadi di dalam usus.
Namun, fungsi tersebut dapat terganggu bila pernah terjadi infeksi pada saluran, sehingga akibatnya hasil pembuahan tetap berada di saluran telur. Selain karena infeksi, gangguan fungsi saluran telur mungkin terjadi karena adanya proses endometriosis, perlengketan, atau desakan pada saluran telur akibat tumor, dan lain-lain.

Pada awal kehamilan, wanita yang hamil di luar kandungan mengalami gejala dan tanda kehamilan seperti biasa, yaitu terlambat haid, mual, dan tes kehamilan pada urine menunjukkan tanda positif. Tapi kehamilan ini biasanya tidak dapat bertahan lebih dari 6 minggu, sebab jaringan calon plasenta atau ari-ari yang masuk ke dalam saluran telur akan membuat saluran telur menggelembung seiring dengan pertumbuhan embrio. Selanjutnya, dinding saluran telur akan melemah dan akhirnya pecah karena tidak mampu mengimbangi pertumbuhan embrio.

Ketika saluran telur membengkak, penderita baru merasakan adanya gejala kehamilan di luar kandungan, yaitu rasa nyeri di perut bagian bawah, di bagian terjadinya kehamilan di luar kandungan itu. Rasa nyeri itu dapat menjalar ke bahu di sisi yang sama dengan terjadinya kehamilan. Selain itu, dapat terjadi juga perdarahan melalui vagina yang kadang-kadang mengakibatkan penderita tampak pucat bahkan pingsan.

Sumber perdarahan harus segera dihentikan melalui tindakan operasi untuk mengangkat sebagian atau seluruh saluran telur yang pecah tersebut.

Sekitar 60% wanita yang pernah  hamil di luar kandungan bisa hamil kembali, 30% lainnya menghindari kehamilan (karena telah cukup anak). Sisanya infertil. Jika masih menghendaki kehamilan, teruslah berkonsultasi dengan dokter yang melakukan tindakan operasi untuk Anda, karena dialah yang paling mengetahui kondisi alat reproduksi Anda. Persalinan selanjutnya dapat berlangsung normal melalui vagina.

Sumber: http://kosmo.vivanews.com/news/read/80353-hamil_di_luar_kandungan

Klik salah satu Info dibawah ini

Follow Me

Komentar Pengunjung

Klik salah satu Info dibawah ini

My Favorite Song


Edcoustic - Menjadi Diriku Mp3
Mp3-Codes.com